Beranda RAGAM Raflesia Kemumu Festival, Bukti Nyata Bupati Arie Untuk Kemajuan Pariwisata BU

Raflesia Kemumu Festival, Bukti Nyata Bupati Arie Untuk Kemajuan Pariwisata BU

97

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E., M.AP., didampingi Wakil Bupati H. Sumarno, S.Pd., secara resmi membuka Rafflesia Kemumu Festival 2026 di Lapangan Palak Siring, Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Rabu (1/7/2026).

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, S.P., M.Si., beberapa kepala dinas pariwisata kabupaten di provinsi Bengkulu, unsur Forkopimda, jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, kepala OPD, instansi vertikal, tamu undangan, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional dol, dilanjutkan lokakarya kolektif membatik Batik Kagano, pertunjukan seni kuda kepang, serta pada malam hari, semakin lengkap dengan penampilan tari Gandai kolosal dan konser musik yang menjadi hiburan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkulu Utara, Drs. Bambang Prambudi, M.Pd., selaku penyelenggara, menjelaskan bahwa Rafflesia Kemumu Festival merupakan transformasi dari tradisi Suroan atau sedekah bumi masyarakat Kelurahan Kemumu yang rutin dilaksanakan setiap bulan Muharam.

Menurutnya, pada tahun 2025 kegiatan tersebut bertransformasi menjadi Kemumu Suro Festival, kemudian pada tahun 2026 berubah nama menjadi Rafflesia Kemumu Festival berdasarkan masukan dari Kementerian Pariwisata agar memiliki daya tarik yang lebih luas.

“Perubahan nama ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus mengangkat potensi wisata unggulan yang dimiliki wilayah Kemumu,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, Rafflesia Kemumu Festival digelar selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026, dengan beragam rangkaian kegiatan, antara lain senam massal sehat bersama, lokakarya kolektif Batik Kagano, pentas seni kuda kepang, tari Gandai, seni Berejong, tari Jawa, tari Suku Enggano, konser musik, Karnaval Rafflesia, istighotsah, ambengan, pelepasan lampion penuh harapan Mahabbah, hingga pagelaran wayang kulit pada malam penutupan.

Pihaknya berharap Rafflesia Kemumu Festival dapat diusulkan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2027, sehingga menjadi salah satu agenda wisata nasional yang mampu mengangkat nama Bengkulu Utara.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Rafflesia Kemumu Festival diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena festival tersebut mendapat perhatian dari pemerintah pusat, bahkan beberapa waktu lalu wisata di Bengkulu Utara dikunjungi Staf Khusus Presiden, sebagai bukti bahwa potensi wisata Bengkulu Utara semakin diperhatikan.

“Ke depan, kita berharap Rafflesia Kemumu Festival dapat sejajar dengan event-event nasional. Festival ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal,” kata Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa Bengkulu Utara memiliki kekayaan alam yang sangat istimewa karena menjadi daerah dengan jenis bunga Rafflesia terbanyak. Potensi tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan secara bersama-sama sebagai kekuatan utama pengembangan pariwisata.

“Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri. Mari bergandengan tangan untuk memajukan pariwisata Bengkulu Utara agar semakin dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.